Takut, Harap, Cinta


jika kita takut kepadaNya dengan syariat saja
maka reduplah cahaya akal kita
jika kita harap kepadaNya dengan makrifat saja
maka suramlah cahaya jiwa kita
jika kita cinta kepadaNya dengan hakikat saja
maka kelamlah cahaya hati kita

maka marilah kita beribadah kepadaNya
dan menjalani hari-hari kita selalu bersamaNya dengan ketiganya

dengan...
segenap akal yang sejernih air
sepenuh jiwa yang sesejuk salju
setulus hati yang sebening embun

dengan...
senantiasa taat dalam melaksanakan kewajiban syariat
tak pernah menyerah untuk mencari rahasia makrifat
selalu berusaha agar menemukan makna hakikat

dengan...
memperbanyak amal dan memperkhusyuk ibadah
memperluas pengetahuan dan memperdalam ilmu
memperikhlas niat dan mempermulia akhlak

dengan...
takut akan murka dari azab nerakaNya
harap akan ridha atas nikmat syurgaNya
cinta akan abadi dalam indah kasih sayangNya

Tentang Dia



dia lebih pengasih dari surya yang bersinar
dia lebih penyayang dari bumi yang terhampar

dia lebih pemberani dari singa padang pasir
dia lebih pemalu dari gadis dalam pingitan

dia lebih lembut dari rembulan dikala purnama
dia lebih setia dari terbitnya sang fajar

dia lebih tangguh dari gunung yang menjulang
dia lebih agung dari seluruh bintang di alam raya

Jika Kita Harus Menjadi


betapa kita semua lebih ingin
untuk menjadi  hujan yang menumbuhkan benih-benih perdamaian
daripada menjadi api yang membakar pohon-pohon kejahatan

betapa kita semua lebih nyaman
untuk menjadi pena yang menuliskan bait-bait cerita tentang keadilan
daripada menjadi pedang yang menghunus berhala-berhala kedzaliman

betapa kita semua lebih suka
untuk menjadi tinta yang melukiskan indahnya puisi penuh cinta
daripada manjadi darah yang tertumpah tuk menghapus dosa manusia

namun kadang kita tak bisa
memilih jalan lain selain yang dikehendakiNya
maka seandainya

jika kita harus menjadi api maka nyalakanlah untuk perdamaian
jika kita harus menjadi pedang maka ayunkanlah dengan keadilan
jika kita harus menjadi darah maka teteskanlah atas nama cinta



Aku Ingin Mencintaimu


aku ingin mencintaiMu dengan sesungguhnya…
dengan kata yang kan selalu diucapkan,
awan kepada hujan yang menjadikannya air…
aku ingin mencintaiMu dengan sesungguhnya…
dengan isyarat yang kan selalu disampaikan,
kayu kepada api yang menjadikannya cahaya…

Ruang Hati Kita


setiap kita memiliki empat ruang di hatinya
bilik kanan untuk orang yang kita cintai
dengan agungnya sanjung dan pujaan
bilik kiri untuk orang yang kita cintai
dengan indahnya angan dan impian
serambi kanan untuk orang yang kita cintai
dengan mulianya kasih sayang dan perhatian
serambi kiri untuk orang yang kita cintai
dengan luhurnya tanggung jawab dan pengorbanan
berbahagialah kita yang mencintai dan dicintai seseorang di seluruh ruang hatinya
seperti Yusuf yang menguasai semua ruang hati Zulaikha
seperti Sulaiman yang merajai segala ruang hati Bilqis
seperti Khadijah yang mengisi seluruh ruang hati Muhammad
seperti Fathimah yang memenuhi segenap ruang hati Ali

Ketika Engkau Menemukannya


ketika engkau menemukannya…
mungkin ia bukanlah seorang yang terdidik dan terpelajar
bukan pula seorang yang besar
juga bukan seorang yang berada
mungkin engkau melihatnya
saat dia berada di rumah yang penuh berhala
sedang ia tak tahu apa yang harus dilakukannya
dalam keresahan dan kegalauannya
yang dia harapkan adalah
semoga Tuhan mengirimkan baginya
seorang yang bersedia memeluknya dan membimbingnya
karena yang ia miliki hanyalah
kepercayaan dalam ketidaktahuan
ketika engkau menemukannya…
mungkin ia tidak sedang bersama orang yang baik
atau tidak sedang bersama orang yang benar
namun saat dia sedang berada dengan
para durjana, para dursana, para dursila
juga orang-orang bersalah lainnya
sebab yang membutuhkan obat
bukanlah orang yang sehat
melainkan orang yang sakit
dalam kesendirian dan kegelisahannya
yang dia harapkan adalah
semoga Tuhan mengirimkan baginya
seorang yang bersedia menerimanya dan mendukungnya
karena yang ia miliki hanyalah
kasih sayang dalam ketidakpedulian
ketika engkau menemukannya…
mungkin ia bukanlah seorang yang fasih lisannya
juga bukan seorang yang manis dalam berucap kata
ia hanyalah seorang yang sedang melarikan diri dari hidupnya
sebab takdir yang pernah dilakukan oleh tangannya
tak tahu lagi harus melangkah kemana
untuk menemukan arah tujuan
dalam kerapuhan dan kesedihannya
yang dia harapkan adalah
semoga Tuhan mengirimkan baginya
seorang yang bersedia menemaninya dan menyertainya
karena yang ia miliki hanyalah
keberanian dalam ketakutan
ketika engkau menemukannya…
mungkin ia sedang berkeliling kota
menjajakan berhala-berhala
yang dibuat oleh tangan ayahnya
atau mungkin dia sedang
mengagumi gemerlap bintang-bintang
menakjubi indahnya rembulan
atau memuja terangnya matahari
namun dalam hatinya dia resah
tentang siapa yang seharusnya dia sembah
dalam pencarian dan perjalanannya
yang dia harapkan adalah
semoga Tuhan mengirimkan baginya
seorang yang bersedia mengasihinya dan mendampinginya
karena yang ia miliki hanyalah
keyakinan dalam ketidakpastian
ketika engkau belum menemukannya
mungkin engkau masih mencarinya
dengan apa yang kau lihat
dengan apa yang kau dengar
dengan apa yang kau rasakan
namun engkau akan menemukannya
ketika engkau mencarinya
dengan apa yang ada
di dalam hatimu
sebab dimana hatimu berada
disitulah juga cintamu berada

Pernikahan Itu... Membuka Tabir Rahasia...


pernikahan itu…
membuka tabir rahasia, bahwa isteri yang kita nikahi…
tidaklah secantik Zulaikha… tidaklah selembut Aisyah,
tidaklah setakwa Maryam… tidak pula setabah Fathimah,
apalagi semulia Khadijah…
akan tetapi dia hanyalah perempuan akhir zaman yang ingin memperbaiki diri, tuk belajar menjadi seorang wanita yang shalihah…
ia adalah wanita yang tidaklah sempurna, sehingga ia merasa sempurna ketika Tuhan menakdirkan kita hadir dalam kehidupannya, tuk selalu setia menemaninya saat senang maupun susah…
pernikahan itu… mengajarkan kita kewajiban bersama…
jika isteri menjadi tanah, kitalah langit penaungnya
jika isteri ladang tanaman, kitalah pagar penjaganya
jika isteri adalah murid, kitalah pembimbingnya
jika isteri bagaikan anak kecil, kitalah tempat bermanjanya
saat isteri menjadi madu, teguklah sepuasnya
seketika isteri menjadi racun, kitalah penawar bisanya
seandainya isteri tulang yang bengkok, maka lemah lembutlah saat meluruskannya …
pernikahan menyadarkan suami isteri, perlunya iman dan takwa, tuk bersama meniti sabar dalam menggapai ridhaNya…
pernikahan itu…
menyingkap tabir rahasia, bahwa suami yang kita nikahi…
tidaklah setampan Yusuf… tidaklah segagah Musa,
tidaklah setaat Ibrahim… tidak pula setabah Ayyub,
apalagi semulia Muhammad…
akan tetapi dia hanyalah laki-laki akhir zaman yang ingin memperbaiki diri, tuk belajar menjadi seorang pria yang shalih…
ia adalah pria yang tiadalah sempurna, sehingga ia merasa sempurna ketika Tuhan menakdirkan kita hadir dalam kehidupannya, tuk selalu setia di sampingnya saat senang maupun susah…
pernikahan itu… mengajarkan kita tanggung jawab bersama…
jika suami menjadi rumah, kitalah penghuninya
jika suami nahkoda kapal, kitalah pembaca petanya
jika suami bagai anak kecil yang nakal, kitalah penuntun kenakalannya
saat suami menjadi raja, nikmatilah anggur singgasananya
seketika suami menjadi bisa, kitalah penawar racunnya
seandainya suami sedang marah, maka bersabarlah saat memperingatkannya…
pernikahan menginsyafkan suami isteri, perlunya iman dan takwa, tuk bersama meniti sabar dalam mencari ridhaNya…
pernikahan itu… bagaikan sebuah bahtera…
bahtera yang bersandar di pelabuhan itu memang aman dan nyaman, namun bukanlah itu tujuan dibuatnya bahtera… begitu pula bahtera rumah tangga, akan selalu ada terpaan gelombang yang menerjang, pun badai cobaan yang menghadang… kadang kecemburuan, kadang perselisihan, kadang fitnah, kadang perdebatan, kadang saling mendiamkan, kadang menipisnya kepercayaan, atau kadang tak sejalan… adalah hal yang lumrah dalam rumah tangga pernikahan… maka kesabaran, kerendah hatian, kelemah lembutan, berlapang dada, saling memahami dan saling memaafkan, adalah kunci utama tuk menjaga ikatan suci pernikahan…
pernikahan itu… kebahagiaan sesungguhnya bukan pada…
menggunungnya harta yang kita kumpulkan, atau kelapangan hidup yang selalu kita dapatkan… apabila ternyata semua itu hanyalah cobaan, atas segala kelalaian kita akan kampung halaman abadi yang Dia janjikan… bila semua itu menjadikan kita hamba ketenaran, yang berlomba dalam kemewahan, tak peduli lagi mana halal mana haram, hingga tibanya hari yang dijanjikan… maka pada hari itu, para kekasih saling mengingkari, suami isteri yang di dunia dulu seperti putri dan pangeran, kini mereka bermusuhan dan saling menyalahkan… sebab mereka dahulu tidak saling melarang dalam keburukan… dan adakah kerugian yang lebih perih bila sampai kita digiring ke dalam neraka yang dinyalakan…
pernikahan itu… kebahagiaan sesungguhnya ada pada…
barakahnya rezeki yang kita kumpulkan, serta diberikanNya kita petunjuk dalam keimanan, ketakwaan, dan ketaatan, hingga tibanya hari yang dijanjikan… maka pada hari itu, para kekasih saling dipertemukan, karena seorang kekasih akan bersama lagi dengan yang dikasihinya, seorang isteri akan kembali bersama suami yang dicintainya… sebab mereka dahulu saling bersabar dalam melakukan kebaikan… dan adakah keuntungan yang lebih indah dari diucapkannya salam yang iringi kita bersama orang-orang yang kita cintai tuk masuk ke dalam syurga abadiNya yang ditinggikan…
pernikahan itu… bukanlah sebuah pertemuan…
antara malaikat dan bidadari…
melainkan pertemuan antara seorang adam dan seorang hawa…
yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan,
oleh karena itulah mereka saling melengkapi…
maka janganlah menuntut terlalu tinggi pada sang isteri
karena justru kita sendirilah yang akan tersentak, atas kekurangan diri…
ternyata kita bukan Rasulullah yang begitu adil dan bijaksana,
ternyata kita bukan pula Ali yang begitu berkasih sayang pada keluarga…
maka janganlah menuntut terlalu tinggi pada sang suami
sebab justru kita sendirilah yang akan tersentak, atas kelemahan diri…
ternyata kita bukan Khadijah yang begitu sempurna dalam menjaga,
ternyata kita bukan pula Fathimah yang begitu setia dalam sengsara…
mengapa kita terlalu mendamba isteri sehebat Khadijah, andai diri tak semulia Rasulullah…
mengapa kita terlalu mencari isteri secantik Bilqis, andai diri tak sehebat Sulaiman…
mengapa kita terlalu mengharap suami setampan Yusuf, andai kasih tak setulus Zulaikha…
mengapa kita terlalu mencari suami seteguh Ibrahim, andai diri tak setabah Hajar dan Sarah…
kita ini hanyalah lelaki dan perempuan akhir zaman, yang ingin saling memperbaiki diri tuk belajar menjadi pria dan wanita yang shalih dan shalihah… dan bersama membangun keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah…

Sebuah Sketsa Cinta


alangkah indahnya hidup ini bila kita mewarnakan putih…
bukanlah putihnya asap dari amal kita yang terbakar ujub dan riya’, atau putihnya nanah dari luka nurani yang tak kunjung pulih…
tetapi putihnya, akal yang sejernih air, jiwa yang sesejuk salju, hati yang sebening embun, terangkum dalam pribadi yang shalih…
alangkah indahnya hidup ini ketika kita menyiratkan hitam…
bukan karena hati tertutup kegelapan, dalam hijab kesesatan yang kelam…
tetapi untuk membingkai warna-warni kebijaksanaan dari pemahaman yang mendalam…
alangkah indahnya hidup ini saat kita menggoreskan merah…
bukan untuk meluapkan amarah, apalagi membuat darah orang tak bersalah tertumpah…
tetapi sebagai keberanian yang tertegas, atas semangat gelora cinta yang membuncah…
alangkah indahnya hidup ini jika kita menorehkan jingga…
bukan sekedar untuk kesombongan semata, tetapi persembahkanlah untuk membuatNya bangga…
alangkah indahnya hidup ini bila kita menghamparkan hijau…
bukan karena membiarkan kezaliman, tetapi untuk meneduhkan jiwa-jiwa yang risau…
alangkah indahnya hidup ini andai kita menggambarkan biru…
bukan untuk melangitkan keangkuhan, tetapi untuk meluaskan samudera ilmu…
alangkah indahnya hidup ini waktu kita melukiskan ungu…
bukan untuk mengumbar kenikmatan semu, tetapi untuk mengendalikan hawa nafsu…

Ya Rabb... Jika Kelak Aku jatuh Cinta...


Ya Rabb…
jika kelak aku jatuh cinta
cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya padaMu agar bertambah kekuatanku tuk mencintaiMu, dan jagalah cintaku padanya agar tak melebihi cintaku padaMu…
Ya Allah…
jika kelak aku jatuh hati
izinkanlah ku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut padaMu agar tidak terjatuhku dalam jurang cinta semu, dan jagalah hatiku darinya agar ku tak berpaling dari hatiMu…
Ya Tuhanku…
aku tidak meminta seseorang yang sempurna dari sisiMu, tidak ya Rabb…
karena Engkau pun pasti Maha Mengetahui sesungguhnya keadaanku,
dan akupun tahu, tiada seorangpun yang sempurna di dunia ini dari kesalahan atau kekurangan,
maka, aku meminta padaMu seorang yang tak sempurna ya Rabb, sehingga ia merasa sempurna ketika diriku hadir dalam kehidupannya karenaMu…
seseorang yang kan kusayangi karena kelembutan hatinya
seseorang yang kan kucintai karena keindahan akhlaknya
seseorang yang kan kukasihi karena kehalusan budinya
seseorang yang kan kukagumi karena kesantunan sikapnya
seseorang yang kan kupuja karena kerendahan hati dan kesederhanaannya
seseorang yang mau menerimaku setulus hatinya…
yang tak akan pernah ku menduakan cintanya hingga akhir hayatku tiba…
seseorang yang kan ku hibur hatinya bila ia bersedih
seseorang yang kan ku seka air matanya ketika dia menangis
seseorang yang kan ku jadikan pundakku tempatnya bersandar saat dia lelah
seseorang yang kan ku dengar seksama segala kesahnya
seseorang yang kan ku pertaruhkan nyawaku demi menjaga kehormatannya
seseorang yang ketulusan dan kesetiaan hati ini hanyalah untuknya…
yang kan slalu kujanjikan membersamainya hingga malaikat maut menjemputku tiba…
Ya Rabb…
wahai Tuhan yang memegang rahasia segala sesuatu,
jadikanlah aku ridha terhadap apa-apa yang Engkau tetapkan dan jadikan barakah apa-apa yang Engkau takdirkan, sehingga tak ingin ku menyegerakan apa-apa yang masih Engkau tunda, atau menunda apa-apa yang Engkau segerakan…
wahai Tuhan yang memegang hikmah segala sesuatu,
andai Engkau berkehendak lain,
sesungguhnya sebenar-benarnya kehidupan adalah kehidupan akhirat,
maka jadikanlah kehendakMu… bukan kehendakku…
sesungguhnya aku tidak mengetahui, sedangkan Engkau Maha Mengetahui,
takdirkanlah kebaikan bagiku dimanapun adanya, dan jadikanlah hatiku meridhainya…
Amin…